MAKALAH “PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI E-LEARNING TERHADAP MASYARAKAT & PENDIDIKAN
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI E-LEARNING TERHADAP MASYARAKAT & PENDIDIKAN
22 OKTOBER 2018 – 26 NOVEMBER 2017
NO NAMA NPM KELAS
1 AHMAD FAUZAN 50418328 1IA07
2 BIMO ARYO SADEWO 51418436 1IA07
3 IRFAN
DARMAWAN 53418373 1IA07
4 SICHO ALIEF
ANTARIKSA 56418711 1IA07
5 VIKRAM 57418664 1IA07
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jl. Komjen.Pol.M.Jasin No.9,
Tugu, Cimanggis,
Kota Depok, Jawa Barat 16451
NOVEMBER 2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb
Alhamdulillahirabbilalamin,
banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala
puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul Pengaruh
Teknologi Informasi e-learning terhadap masyarakat
Dalam
penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena
itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang
tua dan segenap keluarga besar yang telah memberikan dukungan, kasih, dan
kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah
yang lebih baik lagi.
Meskipun
penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata
penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Depok, Oktober
2018
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar
Belakang............................................................................. 1
1.2 Rumusan
Masalah........................................................................ 3
1.3 Ruang
Lingkup............................................................................. 3
1.4
Tujuan dan Manfaat...................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 5
2.1
Pengertian Teknologi Informasi...................................................... 5
2.2
Pengertian E-learning................................................................... 5
2.3 Pemanfaatan
E-learning Bagi Guru dan Murid................................ 8
2.4 Penggunaan E-learning Dalam Kegiatan
Pembelajaran............... 10
2.5
Fungsi dan Tujuan E-learning..................................................... 11
2.5.1 Fungsi E-learning......................................................... 11
2.5.2 Tujaun E-learning......................................................... 13
2.5.3 Manfaat E-learning....................................................... 13
2.5.4 Kelebihan E-learning..................................................... 14
2.5.5 Kekurangan E-learning................................................. 15
BAB III PENUTUP...................................................................................... 16
3.1 Kesimpulan................................................................................ 16
3.2
Referensi.................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan teknologi semakin Modern dan cepat setiap
orang tidak bisa menghindar dari
kemajuan teknologi, teknologi meliputi dalam segala aspek kehidupan, teknologi
diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Saat initeknologi informasi
adalah bidang teknologi yang berkembang paling pesat.
Teknologi informasi (TI) atau dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk
teknologi apa pun yangmembantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan,
mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan
komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. contoh dari
Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon,
TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern misalnya
ponsel.
Perkembangan Teknologi Informasi memicu suatu cara
baru dalamkehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan
seperti ini dikenal dengan e-life artinya kehidupan ini sudah
dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang
semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education,
e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversiiy, dan yang
lainnya lagi yang berbasis elektronika.
E-learning atau electronic learning merupakan konsep
pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan media elektronik. Perkembangan
teknologi yang sangat maju di era modern dan globalisasi memungkinkan berbagai
kegiatan dilakukan secara cepat dan efisien. Perkembangan teknologi sudah
banyak memberi pengaruh terhadap cara hidup kita, salah satunya adalah dalam
bidang pendidikan dengan penggunaan e-learning dalam kegiatan pembelajaran di
sekolah, perguruan tinggi, tempat – tempat kursus bahkan komunitas – komunitas
online sudah mulai menggunakan konsep seperti ini. Seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan tuntutan globalisasi pendidikan serta pembelajaran
jarak jauh, berbagai konsep telah dikembangkan untuk menggantikan metode
pembelajaran tradisional, salah satunya adalah konsep e-learning. E-learning
dapat digunakan sebagai alternatif atas permasalahan dalam bidang pendidikan,
baik sebagai tambahan, pelengkap maupun pengganti atas kegiatan pembelajaran
yang sudah ada.
Proses
pembelajaran yang terjadi di dalam beberapa sekolah biasanya masih menggunakan
metode tradisional dimana bahan ajar disampaikan melalui tatap muka, baik
secara lisan maupun non-lisan, penggunaan teknologi di dalam sekolah seperti
komputer, dan alat multimedia lainnya terbatas pada materi – materi belajar
tertentu yang membutuhkannya. Biasanya masalah yang dihadapi oleh beberapa
sekolah adalah kurangnya interaksi antara guru dengan murid di setiap pertemuan
yang harus saling tatap muka, sehingga menyebabkan banyak murid yang mengalami
kesulitan untuk memahami materi pelajaran, serta proses belajar - mengajar yang
dibatasi oleh waktu untuk setiap pertemuan antara guru dengan murid.
HarukaEdu, merupakan start-up pendidikan yang sudah
menggunakan sistem pembelajaran, seperti layaknya sebuah universitas atau
kampus bagi calon mahasiswa yang ingin
melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus dibatasi
oleh ruang dan waktu, alias Sekolah Maya. Dengan program unggulan bernama
e-learning, HarukaEdu telah menjelma menjadi kampus berbasis Learning Management
System (LSM) karena dilengkapi dengan sistem manajemen yang sudah terpercaya,
karena paling tidak sudah mampu melaksanakan fungsi manajerial yang sudah
ditetapkan oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah yang dibahas dalam penelitan ini adalah :
1.
Bagaimana
cara mengumpulkan informasi yang diperlukan oleh pihak masyarakat dalam pengembangan aplikasi
yang mendukung proses belajar mengajar ?
2.
Bagaimana
mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
3.
Bagaimana
aplikasi E-learning ini
dapat bermanfaat bagi masyarakat ?
1.3 Ruang
Lingkup
Ruang
lingkup dalam penelitian e-learning ini dibatasi sebagai berikut:
1.
sarana dan parsaran yang digunakan untuk penguna, tenaga pengajar untuk
menyapaikan pembelajarn e-learning , dan masyarakat atau pelajar.
2.
Merancang
sebuah aplikasi yang dapat mendukung proses belajar secara online.
3.
Mengembangkan
program rancangan aplikasi e – learning berbasis web.
4.
Penyediaan
materi pelajaran dan soal latihan.
1.4 Tujuan
dan Manfaat
Tujuan
dari penulisan ini
adalah sebagai berikut :
1.
Merancang
aplikasi pembelajaran e-learning dengan Learning Untuk mendukung proses pengembangan
dalam masyarakat.
2.
Memberikan
kesempatan kepada masyarakat untuk dapat
mengakses materi,mata pelajaran maupun pengetahuan lain, sehingga dapat meningkatkan kemampuan
belajar masyarakat secara mandiri.
Manfaat
penelitian ini adalah:
1.
Memudahkan
untuk mendapatkan materi pembelajaran dan materi tambahan sehingga membantu pemahaman tentang
teknologi dll.
2.
Menyediakan
metode pembelajaran yang terjangkau dan fleksibel.
3.
Meningkatkan
kemampuan masyarakat dengan pembelajaran yang dapat dilakukan dimana saja kapan
saja.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Teknologi
Informasi
Teknologi sangat berpengaruh
terhadap masyarakat modern, karena mereka sebagian besar hidupnya tergantung
dari informasi, Nana Syaodih S.(1997:67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak
dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. kalau
manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan
galah, sesungguhny amereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi
sederhana. Sejak jaman manusia sudah membuat dan memanfaatkan teknologi seiring
perjalanan & aktuteknologi terus berkembang hingga sampai saat ini.
Teknologi Informasi
(TI), Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks
dan numerik oleh mikro elektronika berbasis kombinasi komputasi dan
telekomunikasi. Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam
sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana
penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa teknologi baru belum memiliki
nama tunggal yang didirikan. kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI).
beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi
berikutnya teknologi web, bioinformatika,mcloud computing , sistem informasi
global , Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
2.2.
Pengertian E-Learning
Banyak pakar yang
menguraikan definisi E-Learning dari sudut pandang yang berbeda. Secara garis
besar banyak orang mengatakan E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan
yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Beberapa
pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai berikut:
E-Learning merupakan
suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke
siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer
lain (Hartley, 2001).
E-Learning adalah
sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar
mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer
standalone (LearnFrame.Com, 2001)
E-learning adalah semua
yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran,
termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3
players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia,
multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif,
e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi,
permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems,
dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang
berbeda (Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
E-learning terdiri dari
dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang
berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan
jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati
S.Pd.,)
E-Learning adalah
proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk
interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.(
Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
E-learning adalah
sebuah rancangan aplikasi untuk pengelolaan dan pendistribusian materi
pendidikan dan latihan melalui berbagai media elektronik, seperti Internet,
LAN, WAN, broadband, wireless, dan sebagainya. (Novira Putri Ayuningtyas).
E-learning tidak hanya
merupakan materi training yang di-online-kan tetapi meliputi proses distribusi
informasi, komunikasi, edukasi, pelatihan, dan manajemen pengetahuan.
E-learning merupakan
sistem berbasis web (internet) yang memungkinkan informasi dan pengetahuan
dapat diakses oleh siapa saja yang berhak serta kapan saja dan dimana saja.
E-learning memberikan
perangkat baru untuk memberikan nilai tambah pada berbagai model pendidikan
tradisional di kelas, buku pelajaran, CD-ROM, serta pelatihan berbasis komputer
lainnya.
E-learning merupakan
suatu proses belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi (dalam hal
ini internet) sebagai sarana efektif dan memperluas pengetahuan sesuai dengan
perkembangan ilmu secara real-time. E-learning tidak akan menggantikan
pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi
dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan
e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena kini proses
belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan
koneksi ke internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber informasi
yang tak terbatas. Selain itu, e-learning bersifat individual sehingga siswa yang
aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.
Dari berbagai komentar
yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa
dinikmati dari e-learning yaitu Fleksibilitas,“Independent
Learning”.
E-Learning tidak diberikan
semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di
kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal? Seperti halnya pembelajaran
dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa
kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
Tujuan:
1.
Pembelajar
2.
Dukungan
3.
Media
lain
4.
Pilih yang perlu
Komponen E-Learning mencakup:
1.
Perangkat
keras
2.
Infrastruktur/jaringan
3.
Perangkat
lunak
4.
Materi/Isi
5.
Strategi
interaksi
6.
Pemeran(dosen,dll)
Skenario e-Learning
memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan: Mahasiswa lain, Dosen,
Berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang
dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun
bentuk linkages.
2.3.
Pemanfaatan E-Learning Bagi
Guru dan Siswa
Metode
e-learning bisa diterapkan pada sekolah mana pun, tidak dikhususkan pada
sekolah tingkat tinggi saja seperti universitas, tetapi dimulai dari sekolah
dasar pun juga sudah bisa memakai sistem pembelajaran ini.Karena jelas
dirasakan manfaatnya dengan adanya e-learning untuk kemajuan pendidikan di
Indonesia.Apa saja sih, manfaat e-learning? Mungkin, ada yang bertanya begitu.
Manfaat yang akan dijabarkan, diambil contoh penerapan e-learning pada sekolah
tingkat awal (sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah umum),
antara lain:
1.
Dengan
e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi waktu. Siswa tidak perlu lagi
mencatat pelajaran yang dituliskan guru pada papan tulis seperti pada zaman
dulu.Siswa dapat meng-copy pelajaran yang guru berikan melalui media flashdisk
atau cd. Atau bisa juga guru mengirimkan email silabus materi pekanan yang
dipelajari. Secara langsung, guru pun menjadi lebih ringan karena tidak perlu
menuliskan materi pada papan tulis.
2.
Dengan
e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi biaya. Siswa tidak lagi
diharuskan mempunyai buku pelajaran, karena buku-buku pegangan itu bisa
diperoleh dengan mengunggah buku sekolah elektronik yang ada. Jadi siswa pun
tidak perlu membawa tas yang berat berisikan buku-buku pelajaran. Begitu juga,
guru cukup membuka laptop atau netbooknya ketika mengajar di kelas.
3.
Dengan
e-learning, pembelajaran membuat siswa aktif. Siswa yang didampingi orangtua
menjadi lebih aktif untuk mencari sendiri buku pelajaran yang dibutuhkan,
mengerjakan tugas sekolah seperti kliping dengan bantuan internet.
4.
Dengan
e-learning, pembelajaran menjadi menyenangkan. Siswa tidak lagi jenuh belajar
di kelas dengan selalu duduk manis. Pembelajaran bisa juga diselingi dengan
menonton film yang tetap dalam koridor atau tema belajar. Dengan menyeimbangkan
antara otak kanan dan kiri, penerimaan materi pada siapa pun akan menjadi lebih
mudah. Siswa senang dalam belajar, guru pun menjadi lebih mudah dalam mengajar.
Ada
manfaat, tentu ada pula kekurangan dari e-learning ini, yakni:
1.
Dengan
e-learning, dibutuh dana khusus untuk pengadaan elektronik baik siswa dan guru
pribadi, maupun juga sekolah.
2.
Dengan
e-learning, diperlukan SDM guru yang mumpuni dalam hal teknologi.Jika
dibandingkan dari kedua hal di atas, maka bisa dilihat lebih banyak manfaat
e-learning untuk guru dan siswa ketimbang kekurangannya.Kekurangan yang ada
bisa diambil jalan keluarnya agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.Di
sini pemerintah mempunyai peranan penting untuk bisa terlaksananya e-learning
pada pendidikan di Indonesia. Pertama, pemerintah menyediakan anggaran khusus
untuk pengadaan elektronik pada sekolah-sekolah yang termasuk dalam anggaran
dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan kedua, pemerintah juga bisa
mengadakan pelatihan-pelatihan ke SDM guru-guru supaya mempunyai keahlian di
bidang teknologi.
2.4
Penggunaan E-Learning dalam
Kegiatan Pembelajaran
Internet
akan membantu dunia pendidikan dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas
peserta didiknya. Akan banyak peserta didik yang dapat di jangkau dengan
internet, menurut Onno W. Purbo dalam (Renggani : 2007) paling tidak ada tiga
hal dampak positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu:
1.
Peserta
didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa
batas institusi atau batas negara.
2.
Peserta
didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
3.
Kuliah
atau belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa
bergantung pada universitas atau sekolah tempat si peserta didik belajar. Di
samping itu kini hadir perpustakaan internet yang lebih dinamis dan bisa
digunakan di seluruh jagat raya.
Menjamurnya media social juga merupakan salah
satu media e-learning beberapa media social yang dapat digunakan dalam
pembelajaran e-learning
1.
Facebook,
facebook ini didirikan oleh Mark Z di tahun 2004. Pengguna Facebook di
Indonesia cukup banyak. Sebagian besar digunakan siswa untuk berinteraksi
dengan temannya. Facebook agar tidak merugikan siswa dapat digunakan oelh guru
sebagai salah satu alat e-learning. Guru dapat menggunakan fasilitas note untuk
mencatat materi, atau bisa di tuliskan di statusnya. Jika hal ini tidak memungkinkan
maka guru bisa membuat fans page sendiri misalnya saja fp matematika lover
dengan adanya fp ini diharapkan siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik
di luar jam pelajaran.
2.
Twiiter,
akun media social ini juga sudah maftum diakalangan siswa. Kebanyakan yang
mengenal twiiter adalah kalangan siswa SMA, untuk siswa SD mungkin belum
saatnya menggunakan twiiter. Di twitter ini sering disebut dengan kicauan. Nah,
seorang guru bisa melakukan kul twit yang dapat diabaca siswa di rumah. Karena
biasanya di sekolah dilarang membawa HP
3.
Blog,
Banyak sekali platform blog yang ada di dunia. Tak terkecuali di Indonesia.
Seorang gur bisa membuat blog baik blog kompasiana maupun blog-blog lain. Bagi
guru yang belum membuat blog bisa membuat blog, Blog kompasiana, Blog
wordpress, Blogdetik, Blogspot Dan lain-lain, atau bisa membuat blog pribadi
dengan membayar. setidaknya seorang guru memiliki satu blog yang dpat diakses
di internet dan dapat di akses oleh siswa
4.
youtube,merupakan
salah satu media pembelajaran yang berbasis ICT. Youtube juga bisa digunakan
dalam pembelajaran berbasis e-learning Sedangkan E-learning sendiri merupakan
bagian dari media pembelajaran ICT.E-learning bisa dikategorikan kedalam media
pembelajaran maupun model pembelajaran.E-learning dikatakan sebagai media
pembelajaran karena E-learning merupakan saran dalam belajar, berbentu media
pembelajaran leketronik yang terhubungkan internet.Sedangkan E-learning masuk
dalam model pembelajaran karena mencakup sistematika dalam mengajarkan.
2.5.
FUNGSI DAN TUJUAN E-LEARNING
2.5.1. Fungsi E-learning
Ada tiga fungsi pembelajaran elektronik
terhadap kegiatan pembelajaran di kelas (classroom instruction), yaitu sebagai
tambahan (suplemen) yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau
pengganti (substitusi).
a.
Suplemen
Dikatakan
berfungsi sebagai suplemen, apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih,
apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal
ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi
pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang
memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
b.
Komplemen
Dikatakan
berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan
untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di kelas. Sebagai
komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi
materi penguatan (reinforcement) atau remedial bagi peserta didik di dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik
dikatakan sebagai pengayaan (enrichment), apabila kepada peserta didik yang
dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru
secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi
pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka.
Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap
materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Dikatakan sebagai program
remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi
pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners)
diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang
memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik
semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas.
c.
Pengganti
(substitusi)
Beberapa perguruan
tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan
kepada para mahasiswa-nya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel
mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain
sehari-hari mahasiswa.
Ada 3 alternatif model
kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:
·
sepenuhnya
secara tatap muka atau konvensional,
·
sebagian
secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan
·
sepenuhnya
melalui internet.
Alternatif model
pembelajaran mana pun yang akan dipilih peserta didik tidak menjadi masalah
dalam penilaian, karena ketiga model penyajian materi perkuliahan mendapatkan
pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan program
perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet,
atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara
pendidikan akan memberikan pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel
ini dinilai sangat membantu mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian
perkuliahannya.
2.5.2. Tujuan
E-Learning
Penggunaan metode belajar e learning di
Indonesia mulai digunakan di beberapa di sekolah ataupun universitas yang
tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tujuan pembelajaran E-Learning adalah :
1.
Siswa
atau mahasiswa dapat belajar mandiri tanpa harus bertatap muka langsung denga
guru atau dosen yang bersangkutan. Contoh universitas yang memilih metode
pembelajaran E-Learning sebagai metode yang digunakan dalam proses belajar
mengajar sehari-hari yaitu Universitas Terbuka (UT) yang berdomisili di Pamulang,
Tangerang, Banten.
2.
Siswa
atau mahasiswa mendapatkan materi pembelajaran mereka tanpa harus membeli buku
aslinya.
Materi
pembelajaran mereka ada di dalam E-Book dan E-Book ada di dalam sebuah CD atau
DVD. E-Book tersebut nantinya akan berisi materi-materi yang sesuai dengan
kurikulum siswa atau mahasiswa tersebut. Maka dengan adanya ebook bisa
menghemat siswa dalam biaya pembelian buku-buku sekolah ataupun kuliah.
2.5.3. Manfaat e-learning
Manfaat E-learning diantaranya adalah sebagai
berikut:
a.
Meningkatkan
interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur
(enhance interactivity).
b.
Memungkinkan
terjadinya interaksi pembelajaran darimana dan kapan saja (time and place
flexibility).
c.
Menjangkau
peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach aglobal audience).
d.
Mempermudah
penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as
well as archivable capabilities).
e.
Lebih
mudah mendapatkan materi atau info
f.
Bisa
mendapatkan materi yang lebih banyak
g.
Pembelajaran
lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga
2.5.4. Kelebihan
E-Learning
1.
Pembelajar
dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
2.
Efisiensi
waktu dan biaya perjalanan.
3.
Pembelajar
dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
4.
Fleksibilitas
untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas
dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
5.
Mampu
memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam
aktivitas.
6.
Pengembangan
keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
7.
Keberhasilan
menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar
mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih
bertanggung jawab dalam studinya.
8.
Mempersingkat
waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
9.
Mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun
sesama peserta didik.
10. Peserta didik dapat saling
berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang.
11. Kehadiran guru tidak mutlak
diperlukan.
12. Siswa dapat belajar atau
me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat
bahan ajar tersimpan di komputer.
13. Berubahnya peran siswa dari
yang biasanya pasif menjadi aktif.
2.5.5. Kekurangan
E-Learning
1.
Pembelajar
yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan
terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2.
Pembelajar
dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
3.
Pengajar
tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4.
Koneksi
internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
5.
Beberapa
subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
6.
Pembelajar
harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga
dapat mengganggu beban belajarnya.
7.
Pembelajar
yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
8.
Untuk
sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang
mahal untuk membangun e-learning.
9.
Siswa
yang tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
10. Keterbatasan jumlah komputer
yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
11. Bagi siswa yang gagap
teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
12. Berubahnya peran guru dari
yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut
mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
13. Kurangnya interaksi antara
guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat
terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
14. Kurangnya tenaga yang
mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
15. Tidak semua tempat tersedia
fasilitas internet.
16. Proses belajar mengajar
cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan E-Learning dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1.
Definisi E-Learning adalah suatu jenis belajar
mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan
menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain, atau
proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk
interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.
·
Manfaat E-learning adalah mempersingkat waktu
pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan
dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling
berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang, lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih
mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir,
mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya,
mengontrol kegiatan belajar peserta didik, Pembelajaran dari mana dan kapan
saja (time and place flexibility).
1.
Keuntungan Menggunakan E-learning
diantaranya Fleksibel, Menghemat waktu proses belajar mengajar, Mengurangi
biaya perjalanan, biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur,
peralatan, buku-buku), Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
2.
Fitur E-learning yaitu Konten yang
relevan dengan tujuan belajar, Menggunakan metode instruksional seperti contoh
dan praktek untuk membantu belajar, Menggunakan elemen media seperti kalimat
dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar, Pembelajaran dapat
secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu
(asynchronous), Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan
tujuan belajar.
3.
Elemen E-learning yaitu apa, bagaimana
dan mengapa dari e-learningApa : memasukkan baik konten, yaitu
informasi, dan metode instruksional, yaitu teknik, yang membantu orang
mempelajari konten belajar, Bagaimana, didistribusikan melalui komputer
dalam bentuk kalimat dan gambar, Mengapa, ditujukan untuk membantu pelajar
mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
4.
Aspek Penting
dalam E-learning yaitu menciptakan solusi belajar formal dan
informal, menyediakan akses ke berbagai macam sumber pembelajaran baik itu
konten ataupun manusia, mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar
bersama, membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
B. Saran
Hendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang
terjun dalam dunia pendidikan menggunakan pemanfaatanteknologi informasi,
komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik(E-Learning)
sebagai salah satu cara yang
efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran
yang masih bersifat konvensional.
Sehinggadiharapkan ada peningkatan mutu,
ketrampilan berpikir, berinteraksi serta ketrampilan-ketrampilan
ideal lainnya daripara peserta didik.
DAFTAR PUSAKA
http://elearning.unpad.ac.id Powered
by Joomla! Generated: 4 May, 2009, 01:15
Nasution, Teknologi Pendidikan (Jakarta:
PT. BumiAksara, 2008), 99

Komentar
Posting Komentar